Ada banyak sekali nama penyakit yang disebabkan oleh virus dan masih tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Pernah mendengar penyakit Chikungunya? Ternyata penyakit itu memiliki nama lain flu tulang. Apa, sih, flu tulang itu?

Dilansir dari halaman alodokter, flu tulang adalah rasa nyeri yang terjadi pada bagian sendi dan disertai demam. Sebenarnya, di dalam medis tidak ada istilah flu tulang. Namun, karena memengaruhi persendian maka disebut sebagai flu tulang. Penyakit Chikungunya dan Osteomelitis juga disebut sebagai flu tulang. Berikut penjelasan singkat mengenai kedua penyakit tersebut.

  1. Chikungunya

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan dari nyamuk dan sudah terinfeksi kepada manusia. Nyamuk yang bisa menularkan virus adalah nyamuk jenis Aedes Albopictus dan Aedes Aegypti. Penyakit ini dikategorikan ke dalam virus rematik. Itu sebabnya penyakit Chikungunya disebut sebagai flu tulang.

Beberapa gejala yang timbul akibat virus yang ditularkan oleh nyamuk, antara lain demam tinggi, sendi membengkak, merasa lelah, pusing, sakit otot, mual, dan muncul ruam pada kulit. Selain itu, sendi bagian pergelangan kaki, tangan, lutut, punggung bawah, dan tulang jari akan terasa sakit. Gejala ini biasanya berlangsung selama kurang lebih 3 hari.

  1. Osteomelitis

Osteomelitis merupakan infeksi pada tulang yang disebabkan oleh bakteri. Baik anak-anak maupun orang dewasa juga bisa terkena penyakit ini. Bagian tulang yang terinfeksi biasanya tulang yang memiliki ukuran panjang, seperti tulang kaki dan lengan pada anak-anak, sedangkan untuk orang dewasa adalah tulang kaki, panggul, dan tulang belakang. Bakteri ini akan masuk ke dalam aliran darah dan menyebar melalui aliran darah.

Beberapa gejala yang akan muncul adalah nyeri pada bagian yang terinfeksi, munculnya bercak kemerahan yang disertai demam dan meriang, adanya pembengkakan bahkan mengalami kelumpuhan.

Menurut halaman hellosehat, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan penyakit flu tulang, yaitu:

  1. Memiliki masalah kesehatan, seperti sistem imun lemah, diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi
  2. Berusia lebih dari 65 tahun
  3. Bayi yang baru lahir
  4. Tinggal di area lingkungan yang tidak bersih
  5. Pergi ke area yang terkena wabah
  6. Tinggal di negara yang tropis

Menurut halaman halodoc, penyakit flu tulang cukup berbahaya. Berikut beberapa alasan kenapa penyakit ini berbahaya. Simak ulasannya di bawah ini.

  1. Nyeri Bisa Bertahun-tahun

Belum ditemukan obat atau vaksin untuk mencegah penyakit yang satu ini. Gejala yang timbul akibat penyakit flu tulang akan terasa setelah demam. Biasanya nyeri bisa bertahan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Ada juga beberapa kasus yang bisa bertahan sampai bertahun-tahun.

  1. Lumpuh Sementara

Flu tulang bisa menyebabkan kelumpuhan sementara karena penyakit tersebut menyerang pada otot-otot persendian. Rasa sakit yang ditimbulkan pada beberapa titik organ tubuh membuat penderita kesulitan untuk bergerak. Biasanya timbul pada pergelangan tangan, kaki, dan siku.

  1. Komplikasi

Yang lebih parah, flu tulang bisa menyebabkan berbagai komplikasi, seperti gangguan pada saraf, mata, jantung, dan saluran pencernaan. Bahkan penyakit ini juga bisa mengakibatkan kematian jika penderita adalah lansia.

Untuk mencegah flu tulang semakin parah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

  1. Melindungi diri dari serangan gigitan nyamuk selama minggu pertama terkena penyakit.
  2. Mengonsumsi paracetamol dan obat-obatan OAINS.
  3. Banyak beristirahat.
  4. Minum yang banyak agar tidak dehidrasi.

Itulah perkenalan singkat mengenai flu tulang. Yuk, jaga kebersihan agar bebas dari penyakit ini.

 

Sumber: Alodokter.com

 

Tahukah Anda penyakit flu Singapura yang menyerang pada anak-anak? Dilansir dari halaman hellosehat, flu Singapura adalah penyakit menular yang diakibatkan oleh berbagai jenis virus dan memengaruhi anak-anak dengan timbulnya ciri sakit pada mulut dan ruam pada tangan serta kaki. Penyakit flu Singapura tidak berbahaya, tapi juga bisa menular ke orang lain jika bersentuhan dengan benda yang terkontaminasi oleh penderita. Untuk itu perlu dilakukan pencegahan terhadap penyebaran flu Singapura.

Ada beberapa kasus di mana penyakit flu Singapura dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti polio, meningitis, bahkan bisa mengakibatkan kematian. Sebelum membahas mengenai cara mencegah terhadap penyebaran flu Singapura, ada baiknya untuk mengenali gejala, penyebab, dan faktor risiko dari penyakit flu Singapura.

Penyebab terjadinya flu Singapura adalah virus yang bernama Coxsackievirus A16 atau Enterovirus 71 dan beberapa jenis virus lainnya. Biasanya virus ini ditemukan pada cairan dan kotoran yang ada dalam hidung dan tenggorokan. Perlu diketahui, virus ini bisa menyebar dari satu orang ke orang lain hanya dengan menyentuh tubuh orang yang terinfeksi. Untuk itu, orang tua perlu tahu cara mencegah penyebaran flu Singapura agar tidak terjangkit.

Menurut sumber alodokter, gejala penyakit flu Singapura bisa ditemukan seperti adanya demam, sakit tenggorokan, batuk, muncul seriawan dan terasa nyeri pada area mulut, hilangnya nafsu makan, munculnya ruam merah yang melepuh pada telapak tangan, kaki, dan pantat, serta adanya nyeri pada perut. Ketika seriawan muncul, penderita akan merasa sakit saat makan, minum, dan menelan.

Kemudian, menurut sumber klikdokter, flu Singapura memiliki gejala awal seperti demam tinggi, batuk, dan pilek. Kemudian ditandai oleh seriawan di area mulut. Biasanya seriawan timbul pada lidah dan tenggorokan serta jumlahnya tidak hanya satu. Setelahnya, bintik merah pada tangan dan kaki akan muncul. Gejala baru akan muncul dalam waktu 3-6 hari setelah terkena virus. Cara yang efektif untuk mengatasi flu Singapura adalah dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Namun, adanya seriawan membuat penderita merasa sakit dan kesulitan untuk menelan makanan.

Ada beberapa faktor risiko tertentu yang bisa meningkatkan seorang anak untuk terjangkit penyakit flu Singapura. Berikut ulasannya.

  1. Sering melakukan kegiatan atau bekerja di tempat umum.
  2. Usia yang mana flu Singapura lebih banyak menyerang balita dan anak-anak.
  3. Tidak menjaga kebersihan dengan baik.

Lalu, bagaimana cara untuk mencegah penyebaran flu Singapura? Yuk, simak ulasan di bawah ini.

  1. Memperhatikan Lingkungan

Ada baiknya untuk lebih sering atau peka terhadap lingkungan karena dari lingkungan virus bisa menyebar dengan cepat. Perhatikan apakah ada anak atau orang dewasa di sekitar yang memiliki gejala flu Singapura.

  1. Menjaga Kebersihan

Menjaga kebersihan merupakan hal yang amat penting untuk dilakukan. Adanya lingkungan yang tidak bersih dapat mengundang virus untuk menyerang tubuh. Biasakan untuk membersihkan area bermain atau tempat istirahat anak agar virus tidak berkembang.

  1. Mengajari Anak Menjaga Kebersihan

Anak-anak perlu diajari sejak awal tentang pentingnya menjaga kebersihan. Biasakan untuk mengajari anak-anak mencuci tangan dengan rajin dan mandi setelah beraktivitas di luar ruangan atau tempat umum. Selain itu, Anda bisa mengajari anak untuk tidak berbagi minuman dan makanan pada teman yang sedang sakit.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran flu Singapura. Sudah, paham?

 

Sumber: Alodokter.com

 

Pernah tidak, Anda mendengar penyakit flu tulang? Apa, sih, penyakit flu tulang itu? Dilansir dari halaman hellosehat, flu tulang dikenal dengan nama chikungunya yaitu virus yang ditularkan melalui nyamuk. Jenis nyamuk yang bisa menyebarkan virus ini sama dengan jenis nyamuk yang menyebarkan virus dengue dan zika. Penderita yang terinfeksi akan mengalami demam yang disertai dengan nyeri pada sendi secara tiba-tiba.

Menurut halaman halodoc, flu tulang adalah penyakit yang dikarenakan oleh virus melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus dan menyerang manusia. Ada beberapa gejala flu tulang yang bisa dikenali dan ditemukan, antara lain:

  1. Demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba.
  2. Nyeri pada sendi bahkan mengakibatkan gerakan tubuh.
  3. Ada rasa nyeri pada otot.
  4. Kedinginan.
  5. Mengalami sakit kepala tak tertahankan.
  6. Mengalami kelelahan.
  7. Mual dan muntah.
  8. Adanya ruam atau bintik merah pada tubuh

Tahukah, Anda, bahwa penyakit flu tulang bisa berbahaya? Berikut beberapa alasan mengapa flu tulang dianggap berbahaya. Yuk, simak ulasannya.

  1. Mengakibatkan Lumpuh Sementara

Hal pertama yang menyebabkan flu tulang berbahaya karena bisa mengakibatkan kelumpuhan sementara. Virus yang disebarkan dapat menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening, nyeri pada sendi lutut, dan bintik kemerahan pada tangan dan kaki. Karena virus ini menyerang pada otot persendian, rasa sakit yang ditimbulkan pada beberapa titik membuat penderita kesulitan untuk bergerak. Hal itulah yang membuat terjadinya kelumpuhan sementara.

  1. Nyeri yang Bisa Menahun

Gejala nyeri yang timbul setelah demam bisa bertahan dalam jangka waktu panjang. Beberapa kasus, penderita bisa mengalami nyeri selama berminggu-minggu atau bertahun-tahun.

  1. Komplikasi

Alasan kenapa flu tulang dianggap berbahaya adalah bisa terjadinya komplikasi, seperti gangguan saraf, jantung, mata, dan saluran pencernaan. Bahkan bisa menyebabkan kematian, lho.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit flu tulang. Apa saja itu? Yuk, simak ulasannya.

  1. Pemeriksaan Darah

Dengan melakukan pemeriksaan darah, bisa diketahui adanya penurunan limfosit atau trombosit. Selain itu juga bisa melihat kenaikan kreatinin dan pemeriksaan fungsi hati.

  1. Pemeriksaan Molekular

Metode ini dilakukan dengan pemeriksaan RT-PCR. Tujuannya adalah untuk mendeteksi RNA virus flu tulang dalam 7-8 hari pertama penyakit tersebut.

  1. Pemeriksaan Serologi

Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai antibodi terhadap virus flu tulang.

  1. Kultur Virus

Pemeriksaan ini dilakukan untuk menemukan virus yang ada dalam tubuh dalam tiga hari pertama penyakit.

Beberapa faktor risiko yang menyebabkan terjadinya penyakit flu tulang adalah tinggal di negara yang beriklim tropis, bepergian ke area yang terkena wabah, tinggal di lingkungan yang kurang bersih, berusia lebih dari 65 tahun, dan memiliki masalah kesehatan seperti sistem imun yang lemah, jantung, diabetes, dan hipertensi.

Untuk mencegah dan mengobati penyakit flu tulang, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini.

  1. Minum banyak air putih agar tidak dehidrasi dan membantu untuk meredakan demam.
  2. Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi untuk membantu memulihkan kondisi tubuh.
  3. Beristirahat yang cukup.
  4. Menaruh tanaman yang bisa mengusir nyamuk.
  5. Menutup sumber genangan di rumah.
  6. Menggunakan obat nyamuk.
  7. Memakai pakaian yang berwarna cerah.
  8. Meletakkan pot bunga atau wadah yang tidak digunakan secara terbalik.
  9. Memasang kelambu pada kamar tidur.
  10. Tidak pergi ke daerah yang mengalami wabah.

Itulah gejala flu tulang beserta penjelasan singkat mengenai diagnosis dan pencegahan penyakit flu tulang. Ingat, selalu jaga kebersihan agar tidak mengundang nyamuk berbahaya.

 

Sumber:

Hellosehat.com

Jika fimosis tidak menyebabkan gejala, fimosis tidak perlu diterapi, khususnya pada anak–anak dan sebagian besar juga kasus fimosis bukan merupakan masalah yang serius dan tidak membutuhkan pengobatan khusus. Bagi orangtua yang memiliki anak dengan kondisi mengalami fimosis, jangan sekali-kali menarik kulup penis secara paksa. Tindakan tersebut dapat memicu iritasi atau infeksi, bahkan timbul parafimosis yang akan berbahaya.

Dokter akan mulai memberikan langkah cara mengobati jika fimosis menimbulkan gejala yang dapat  mengganggu aktivitas sehari-hari pasien. Jenis pengobatan yang diberikan pun akan disesuaikan dengan usia dan tingkat keparahan dari fimosis yang diderita.

Berikut ini adalah cara mengobati fimosis yang dilansir dari Alodokter.

  1. Obat-obatan

Dokter bisa memberikan obat-obatan untuk meredakan fimosis. Salah satu obat yang dapat digunakan yaitu kortikosteroid topikal dalam bentuk krim, gel, maupun salep. Obat kortikosteroid ini dapat membantu melenturkan kulup supaya memudahkan untuk ditarik.

Obat-obatan lain juga dapat diberikan oleh dokter sesuai dengan penyebab fimosis. Apabila pasien mengalami infeksi jamur, dokter akan memberikan krim antijamur. Jika pasien mengalami infeksi bakteri atau peradangan balanitis, pasien akan diberi krim antibiotik.

Fimosis yang terjadi pada orang dewasa dapat menganggu aktivitas seksual karena menimbulkan rasa sakit, tidak nyaman atau nyeri. Untuk menanganinya, dokter biasanya menyarankan pasien untuk menggunakan kondom dan pelumas ketika melakukan hubungan dengan pasangannya.

  1. Sunat

Langkah ini dilakukan karena fimosis tidak kunjung reda dengan obat-obatan saja. Hal ini disarankan pasien yang mengalami balanitis atau radang kepala penis yang terjadi secara berulang. Begitu pula pasien yang mengalami infeksi saluran kemih yang berulang. Pengobatan sunat ini juga dapat dilakukan jika kulup menempel dengan sangat ketat. Operasi atau sunat atau sirkumsisi ini dilakukan dengan cara menghilangkan sebagian atau seluruh kulup.

Pengobatan yang dapat dilakukan di rumah

Menurut Hellosehat, berikut ini adalah seputar gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi fimosis:

Anda harus tetap melakukan gaya hidup sehat, seperti olahraga rutin, menghindari bahan iritan, rokok dan alkohol. Lakukan juga hal-hal yang dapat menangani stres dalam hubungan pribadi Anda. Jangan lupa juga untuk memperbaiki hubungan dengan pasangan dan kesehatan Anda.

Komplikasi Fimosis

Walaupun fimosis yang terjadi pada anak-anak adalah kondisi yang normal, fimosis ternyata juga dapat menimbulkan komplikasi berupa infeksi penis. Ketika fimosis terjadi pada orang dewasa, berikut ini komplikasi yang ditimbulkan.

  1. Fimosis yang terjadi secara
  2. Posthitis atau inflamasi pada kulup.
  3. Nekrosis atau pembusukan jaringan kepala penis.
  4. Autoamputasi kepala penis akibat pembusukan jaringan.

Nah, selain hal-hal di atas perlu juga anda ketahui mengenai anatomi organ reproduksi pria. Agar Anda menjadi lebih tahu dan mengerti, sebab penis merupakan organ vital bagi pria.

  1. Glands atau kepala penis, yaitu bagian ujung penis atau kepala di mana pada bagian tengahnya terdapat lubang uretra.
  2. Corpus atau batang penis yaitu bagian yang dimulai dari pangkal penis sampai ujung penis. Corpus penis ini terbentuk dari 3 bagian yaitu 2 bagian cavernosa yang mengandung banyak pembuluh darah dan 1 bagian spongiosum yang di tengahnya terdapat saluran uretra.
  3. Kulit penis. Seluruh daerah penis ini ditutupi oleh kulit yang berhubungan dengan kulit dari perut. Kulit yang menutupi glands penis disebut dengan prepusium atau kulup penis yang bisa ditarik ke belakang sehingga dapat membuka glands penis sampai batas leher penis. Pada penis yang sudah disirkumsisi atau disunat, kulit prepusium tersebut dibuang sehingga glands penis selalu dalam keadaan terbuka.

 

Sumber :

Alodokter.com

Bayangkan apabila anda, kerabat atau keluarga mengalami suatu penyakit, pasti langkah pertama yang anda lakukan adalah menghubungi dokter. Dokter menjadi salah satu harapan bagi kesembuhan pasien. Tidak banya itu, dokter dikenal sebagai profesi yang mulia karena mampu mendedikasikan hidupnya untuk terus belajar agar dapat menganalisa hingga mengobati penyakit yang diderita manusia. Namun, bagaimana jadinya jika anda pergi ke dokter yang ternyata menjalani malpraktik? Kata tersebut merupakan suatu tindakan maupun kesalahan atau kegagalan yang dilakukan oleh dokter dan orang-orang yang berada dibawah pengawasannya maupun penyedia jasa dalam upaya penyembuhan pasien. Tugas dokter ialah membantu negara dalam bidang pelayanan kesehatan.Berbagai kejadian seperti salah mendiagnosa, kesalahan pada saat berjalannya operasi dan kasus dimana penyakit yang diderita oleh pasien malah semakin memburuk setelah ditangani dapat membuat dokter dapat terjerat hukum.

Sumber : parenting.orami.co.id

Meskipun pendidikan mengenai ilmu kedokteran saat ini telah berkembang pesat, nyatanya di Indonesia masih dapat ditemukan kasus kelalaian dalam pengobatan pasien. Hal ini dapat menjadi penyebab berkurangnya kepercayaan pasien terhadap dokter. Seharusnya dalam menangani pasien, para petugas medis memiliki standar prosedur operasional untuk ditaati. Hal yang dapat tergolong sebagai tindakan malpraktik adalah ketidakterampilan, pengabaian yang dilakukan, gagalnya penerapan tatalaksana penanganan pasien, serta pasien mengalami cidera yang semua hal tersebut dilakukan oleh dokter atau tenaga medis. Kegagalan tindakan penyembuhan di bidang medis dapat disebabkan karena tidak tepatnya penanganan dengan penyakit yang sebenarnya diderita pasien. Selain itu, kelalaian maupun kesengajaan dalam melakukan kesalahan praktik menjadi alasan pasien tidak kunjung mendapat kesembuhan. Dengan adanya peningkatan laporan maupun pengaduan dari masyarakat terkait dengan tindakan merugikan tersebut, menjadi tanda bahwa saat ini kesadaran akan hak kesehatan yang dimiliki seorang pasien mulai muncul.

Pada dasarnya, seluruh kegiatan medis atau kedokteran telah di atur dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia atau KODEKI. Namun, di dalam undang-undang saat ini tidak tercantum tindak “malpraktik”. Melainkan ditulis dengan ksesalahan atau kelalaian dokter pada Undang-Undang No 23 Tahun 1992 pada pasal 54 dan 55. Disebutkan pula pada Undang-Undang No 29 Tahun 2004 dalam pasal 84 tindakan tersebut temasuk dikatakan sebagai pelanggaran disiplin dokter. Jika ditelisik di kasus-kasus malpraktik sebelumnya, malpraktik dalam bidang medis menyangkut pada aspek hukum perdata, dimana gugatan seorang pasien terhadap dokter yang menangani pasien tersebut mayoritas mengenai tuntutan penggantian kerugian. Tertera dalam Pasal 1365 KUHP, bahwa setiap perbuatan yang melanggar hukum atau membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan permasalahan atau kerugian harus mengganti kerugian tersebut.

Sumber : lifestyle.okezone.com

Jika seseorang melakukan perbuatan, terlebih perbuatan yang tidak baik, seharusnya mengetahui bahwa hal tersebut dapat menyebabkan kerugian. Kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat disebabkan juga oleh ketidaktelitian dokter dalam mengobservasi pasien sehingga hal yang tidak diinginkan dapat terjadi. Dikutip dari Etika Hukum Kesehatan oleh Alexanda Indrayanti tahun 2008, kurangnya ketelitian adalah tindakan yang dapat digolongkan ke dalam kategori tindakan melawan hukum, sehingga pasien harus menerima kerugian. Selain pelaku malpraktik melakukan hukum yang bertentangan dengan kewajiban, melawan kaidah kesusilaan dan bertentangan pula dengan kepatutan, ketelitian dan sikap hati-hati. Pasien sebagai korban harus mendapat perlindungan hukum, salah satunya dengan menuntut ganti rugi secara materiil dan imateriil.

Bagaimana dengan hukuman bari para pelaku malpraktik di Indonesia? Pada Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menentukan bahwa siapa yang melakukan kesalahan atau kelalaian menyebabkan orang mendapat luka berat, maka diancam dengan pidana penjara maksimal satu tahun. Dalam ayat kedua mentukan bahwa barangsiapa melakukan kesalahan atau kelalaian sehingga menyebabkan orang lain luka-luka sedemikian rupa sehingga timbul penyakit halangan, menjalankan pekerjaan, jabatan atau pencarian selama waktu tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah. Dan masih banyak pasal yang menyangkut pada kelalaian dan kerugian. Tindakan utama dalam mencegah terjeratnya kita dalam kasus ini adalah dengan selalu waspada dengan pengobatan yang diambil. Carilah dokter yang telah ahli dalam menangani pasien sehingga kemungkinan lalai atau gagal dapat diminimalisir.

 

Sumber :

Malpraktik Dokter Dalam Prespektif Hukum oleh Bambang Heryanto (2010)

Kompasiana.com

Malpraktek adalah kejadian medis atau tindakan medis yang seharusnya berjalan baik tetapi malah membuat pasien menjadi lebih buruk dan bahkan menyebabkan pasien merenggang nyawa . Apakah kasus malpraktek diindonesia sudah rawan ? ada memang beberapa kasus di Indonesia yang temasuk kasus malpraktek dan membuat heboh diindonesia . Salah satunya kejadian malpraktek yang terjadi dibulan agustus kemarin diindonesia . dilansir detik.com  yaitu Kasus malpraktek yang korbannya ibu hamil yang mengonsumsi vitamin yang sudah kadaluwarsa . Inisial ibu hamil tersebut berinisial “N” melaporkan pihak puskesmas karena diduga telah memberikan vitamin yang sudah kadaluarsa . setelah mengonsumsi vitamin tersebut . ibu hamil yang berinisial “N” Mengalami mual mual , muntah hingga perutnua kesakitan setelah mengonsumsi vitamin tersebut . bahkan pengacara korban pius istumorang mengatakan korban padahal sduah dua kali control yaitu pada tanggal 1 1juli dan 13 agustus dan korban mendapat 3 jenis obat yang sama dan salah satunya vitamin yang kadaluwarsa tersebut . “kemudian ,dia makan obat itu di rumah tapi tetap merasa mual , pusing , muntah dan kandungan terasa sakit . setelah itu dia cek obatnya ternyata ada expired dan expirednya itu dicoret dengan spidol warna biru dia pastikan expired itu bulan april 2019” dipaparkan oleh pius situmorang selaku pengacara korban . penyidik polres metro Jakarta tanggal 22 agustus 2019 melakukan memeriksakan terkait puskesmas kasus ibu hamil berinisial “N” ini polisi menyebut pihak puskemas mengakui ada kelalaian dalam memberikan vitamin tersebut . meski begitu pihak puskesmas sudah mengakui ada kelalaian namun polisis belum menentukan serta menetapkan tersangka dalam kasus ini . Polisi saat ini memang masih mnyelidiki kasus tersebut . budhi selaku kapolres Jakarta utara menyebutkan kepala puskemas hingga apoteker sudah mengakuilalai dan tidak mengelak saat ditanya terkait kasus itu . akibat tindakan tersebut , korban melaporkan kasus itu kepolisi .”(pihak puskesmas) semntara mereka mengaku lalai dalam memberikan obat” kata kapolres Jakarta utara  , kombes budhi herdi susianto saat dikonfirmasi.

Kasus ibu hamil yang karena kelalaian pihak puskemas ini akhirnya harus mengonsumsi vitamin yang sudah kadaluwarsa terus bergulir sampai gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan dinas kesehatan memantau kesehatan ibu hamil berinisial “N” yang diduga diberi vitamin kadaluwarsa . Dilansir dari detik.com anies baswedan berharap ibu hamil berinisial “N” dan janinya terus sehat sampai melahirkan . Anies menegaskan bahwa seharusnya pelayanan kepada masyrakat harus dilakukan secaa professional  . menurut  Anies baswedan pihak yang tak menjalankan aturan dengan baik akan dijatuhkan sanksi “ya jadi semua kegiatan pelayanan harus dilakukan secara professional . ada aturannya ada tata kelolanya dan bila ada tindakan yang tidak sesuai dengan aturan , maka akan ada sanksinya  sehingga petugas apoteker , sudah dibebastugaskan dalam pemerikaan terkat” ucap Anies baswedan . Sekarang korban telah melakukan mediasi terhadap puskesmas . Puskesmas kemudian merujuk korban ke RSIABUN Kosambi Tangerang . dan dinas kesehatan DKI masih menyelidiki kasus apoteker di Jakarta utara itu yang diduga memberikan vitamin kadaluwarsa kepada ibu hamil berinisial “N” Dan apoteker itu kini dibebastugaskan . Inilah salah satu contoh malpraktek yang ada diindonesia tepatnya dijakarta yang sedang hangat hangat nya saat itu .

 

 

Sumbergambar :merdeka.com

 

Semakin berkembangnya zaman, berbagai macam penyakit juga semakin banyak bermunculan. Ada saja nama-nama yang terdengar aneh di telinga, seperti ini salah satunya. Pernahkah Anda mendengar penyakit flu Singapura? Mungkin masih terdengar asing di beberapa telinga masyarakat. Dilansir dari halaman halodoc, flu Singapura adalah penyakit yang diakibatkan oleh virus dan dialami oleh anak-anak. Namun, penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa. Flu Singapura juga dikenal dengan penyakit kaki, tangan, dan mulut. Lalu, apa, sih penyebab flu Singapura?

Flu Singapura akan memunculkan bintil-bintil air dan luka di sekitar mulut, tangan, dan kaki. Bisa juga luka tersebut muncul di area lipat paha, siku tangan, lutut, dan bokong. Menurut halaman alodokter, penyebab flu Singapura adalah virus dari golongan enterovirus, salah satunya coxsackievirus A16.

Virus ini merupakan virus yang paling sering menjadi penyebab flu Singapura dan hidup dalam cairan hidung dan tenggorokan, tinja, air ludah, serta cairan pada ruam kulit. Ternyata, penyakit flu Singapura bisa dengan mudah menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau benda yang sudah terkontaminasi oleh cairan tubuh sang penderita. Ada beberapa contoh penularan penyakit flu Singapura, antara lain:

  1. Menyentuh benda yang sudah terkontaminasi oleh virus lalu menyentuh mata, hidung, bahkan memasukkan jari ke dalam mulut.
  2. Tanpa sadar atau tidak sengaja menghirup percikan air ludah dan cairan hidung atau tenggorokan sang penderita.
  3. Mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi tinja sang penderita.

Ada beberapa gejala flu Singapura yang bisa ditemui oleh penderita, seperti sakit tenggorokan, demam, batuk, tidak memiliki nafsu makan, mengalami sakit kepala, rasa sakit pada area mulut setelah terkena demam beberapa hari, ruam pada telapak tangan, pantat, dan telapak kaki, dan nyeri pada perut.

Pada umumnya, gejala awal penyakit flu Singapura adalah munculnya demam. Setelah beberapa hari, akan muncul rasa sakit seperti seriawan atau luka pada gusi, lidah, dan pipi bagian dalam. Hal ini menyebabkan penderita mengalami sakit saat minum, makan, bahkan saat menelan. Lalu, beberapa hari kemudian, akan muncul ruam pada telapak kaki dan tangan. Ada juga ruam yang muncul di area pantat.

Bagaimana, sih, penanganan untuk penyakit flu Singapura? Anda bisa melakukan beberapa perawatan mandiri seperti di bawah ini.

  1. Memberikan air minum agar tidak dehidrasi.
  2. Mengoleskan krim anti gatal pada ruam.
  3. Memberikan makanan yang bersifat lunak atau sup.
  4. Menghindari makanan atau minuman yang bersifat asam dan pedas.
  5. Istirahat yang cukup.
  6. Mengonsumsi banyak minuman dingin.
  7. Memberikan obat paracetamol atau ibuprofen untuk mengurangi demam.

Selain itu, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk pengobatan rumahan secara alami yang bisa membantu mengatasi penyakit flu Singapura. Berikut ulasannya.

  1. Mencuci tangan setelah mengganti popok atau merawat anak.
  2. Mencuci permukaan yang terkontaminasi.
  3. Mencuci pakaian yang kotor.
  4. Menjauhkan anak yang sedang sakit agar tidak tertular kepada orang lain.
  5. Menggunakan acetaminophen atau mandi spons hangat saat anak sedang demam.
  6. Hindari penggunaan aspirin.
  7. Merebus botol susu, dot, dan peralatan makan setelah selesai menggunakan.
  8. Berkumur dengan larutan garam untuk membersihkan mulut.

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai penyebab flu Singapura, gejala, dan penanganan dalam mengatasi penyakit flu Singapura. Yuk, jaga kebersihan agar anak terbebas dari penyakit ini.

 

Sumber: Halodoc.com

Sebenarnya apa arti malpraktek ? dalam KBBI ternyata tidak ada kata malpraktek dalam bahasa Indonesia . tetapi jika kata nya dipisahkan dan diberi makna sendiri “mala” digabung dengan kata “praktik” akan memiliki makna celaka yang diakibatkan dalam pelaksanakan pekerjaan seperti dokter , pengacara dan lain lain . Dilansir dari hukumonline.com pada peraturan perundang undangan Indonesia yang sekarang berlaku tidak ditemukan dalam pengertian malpraktek . Pengertian malpraktek dala pasal 11 ayat 1 huruf b UU No 6 tahun 1963 tentang tenaga kesehatan yang telah dinyatakan dihapus UU No 23 tahun 1992 tentang kesehatan . secara perundang undangan menurut Dr H Syahrul Machmud ,S.H.,M.H., tentang ketentuan pasal 11 ayat 1 huruf b UU tenaga kesehatan yang dapat dijadikan sebagai acuan makna malpraktik yang bisa diidentifikasi bahwa malpraktek denga melalaikan kewajiban berarti tidak melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan . Jadi istilah malpraktik itu sendiri , tidak hanya merujuk pada satu profesi tetapi pada beberapa profesi misalnya saja dokter dan dokter gigi yang sudah diatur dalam UU No 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran . selain memiliki peraturan perundang – undangan , kode etik biasanya juga dijadiin dasar  bagi organisasi profesi tersebut untuk bisa diperiksa apakah ada pelanggatan dama pelaksanaan tugas setiap profesi .

Selain para profesi , klien atau pasien sebagai pengguna jasa yang merupakan konsumen dalam perundang undangan UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen . lalu langkah langkah apa yang dapat dilakukan ketika kita sudah menjadi pasien korban malpraktik ? dilansir dari hukumonline.com  masyarakat yang sudah merasa dirugikan atas tindakan dokter ataupun dokter gigi dapat melaporkan kepada MKDKI dan laporannya tak menghilangkan hak masyarakat untuk melapor secara pidana atau mengguat perdata di pengadilan . namun , dalam hal yang terjadi karena kelalaian dokter atau tenaga kesehatan yang mengakibatkan terjadinya malpraktek jadi korban tidak diwajibkan untuk melaporkannya ke MKEK atau MKDKI terlebih dahulu . Jadi apa langkah langkah atau upaya yang dilakukan oleh korban kelalaian oleh tenaga kesehatan , ada beberapa langkah dilansir dari hukumonline.com yaitu :

  • Melaporkan kepada MKEK atau MKDKI
  • Melakukan mediasi
  • Menggungat secar perdata
  • Jika ditemukan unsur kesengajaan dalam tindakan tenaga kesehatan maka bisa dilakukan upaya pelaporan secara pidana .

 

Seperti kasus yang ada diindonesia beberapa waktu lalu pada bulan agustus 2019 kasus ibu hamil yang melaporkan sebuah puskesmas karena ibu hamil tersebut  mengonsumsi vitamin yang sudah kadaluwarsa akibat kelalaian yang dilakukan oleh pihak puskesmas membuat Indonesia gempar karena ketidakprofesionalan dari pihak puskemas . bahkan pihak puskemas ketika diselidiki polisi sudah mengaku bahwa melakukan suatu kelalaian tetapi polisi belum menetapkan nya menjadi tersangka sehingga langkah terakhir yang diambil dari kasus itu adalah langkah mediasi yang dilakukan ibu hamil dengan pihak puskesmas . meski begitu dari pihak puskesmas sudah merujuk ibu hamil tersebut untuk ke rumah sakit yang ada di daerah tersebut , kasus ini sesuai dengan pasal 29 UU Kesehatan disebutkan dalam tenanaga kesehatan di duga melakukan kelalaian tersebut haus diselesaikan terlebih dahulu melalui mediasi karena inilah langkah pertama yang harusnya dilakukan walaupun korban malpraktik sudah langsung mengajukan gugatan perdata .

 

Sumbergambar:

pekanbaru.tribunnews.com

 

 

Sudah kenal dengan penyakit flu tulang? Chikungunya merupakan salah satu penyakit yang termasuk ke dalam flu tulang. Dilansir dari halaman alodokter, tidak ada yang namanya flu tulang. Flu tulang hanya sebuah istilah yang menggambarkan di mana kondisi tubuh seseorang mengalami demam dan nyeri pada sendi.

Gejala yang timbul akibat dari penyakit flu tulang menurut halaman hellosehat meliputi merasa lelah, sakit pada kepala, pembengkakan pada sendi, nyeri pada otot dan sendi, serta mengalami demam. Selain itu, gejala juga disertai dengan adanya ruam kemerahan, mual, dan muntah. Gejala ini akan muncul sekitar 3-7 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi. Penyakit flu tulang termasuk berbahaya karena dapat menimbulkan beberapa komplikasi dan kelumpuhan sementara. Penyakit ini berisiko pada penderita lansia.

Beberapa faktor risiko yang meningkatnya terjadinya penyakit flu tulang, antara lain berusia di atas 65 tahun, memiliki masalah kesehatan, tinggal di lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya, bepergian ke area yang terkena wabah, tinggal di negara tropis, dan bayi yang baru lahir. Penyebab terjadinya flu tulang adalah virus yang disebarkan oleh nyamuk yang sama dengan nyamuk yang menularkan virus demam berdarah dengue.

Berikut beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat flu tulang. Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

  1. Miokarditis

Miokarditis merupakan kondisi di mana adanya peradangan pada otot jantung. Selain memengaruhi otot jantung, miokarditis juga memengaruhi kerja jantung dalam memompa darah dan kelistrikan jantung. Beberapa gejala yang bisa Anda temui meliputi kelelahan, pembengkakan cairan pada kaki, napas pendek ketika sedang istirahat, adanya denyut jantung yang abnormal, dan sakit pada dada.

  1. Hepatitis

Salah satu komplikasi yang bisa terjadi akibat flu tulang adalah hepatitis yang mana merupakan peradangan pada hati dan disebabkan oleh virus. Tak hanya itu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi alkohol, obat-obatan tertentu, dan penyakit autoimun. Hepatitis terbagi menjadi tiga, yaitu hepatitis A, B, dan C. Hepatitis C adalah hepatitis yang paling parah. Biasanya orang yang memiliki penyakit ini memiliki gejala kulot berwarna kuning.

  1. Uveitis

Uveitis adalah kondisi di mana lapisan mata meradang, bengkak, bahkan merusak jaringan pada mata. Penyakit ini dayang secara tiba-tiba dan dapat memburuk dengan cepat. Gejala yang muncul adalah pandangan kabur, mata merah, sakit, dan sensitif terhadap cahaya.

Lalu, bagaimana cara mengobati flu tulang? Berikut ulasannya!

  1. Obat-obatan

Ada beberapa obat-obatan yang bisa dikonsumsi oleh penderita flu tulang, seperti naproxen, ibuprofen, dan paracetamol. Naproxen adalah obat yang bisa membantu mengurangi peradangan dan meredakan nyeri pada otot dan sendi. Selain itu, obat ini juga bisa digunakan untuk meringankan keseleo, sakit punggung, dan nyeri haid.

Ibuprofen adalah obat yang juga digunakan untuk meredakan nyeri dan mengurangi peradangan. Namun, penggunaan obat ini tidak sembarangan karena tidak semua orang bisa mengonsumsi obat ini. Paracetamol digunakan untuk meredakan demam dan flu.

  1. Istirahat

Jangan memaksakan tubuh untuk beraktivitas berlebih saat sedang dalam masa penyembuhan. Istirahat diperlukan agar penyakit segera sembuh.

  1. Makanan Bergizi

Selama sakit, Anda tetap harus mengonsumsi makanan yang bergizi agar tubuh tak kehilangan nutrisi. Selain itu Anda juga harus banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Jangan lupa juga untuk membersihkan lingkungan dan menjaga kebersihannya agar nyamuk tidak mengganggu.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati flu tulang. Yuk, selalu jaga kebersihan lingkungan.

 

Sumber: Alodokter.com

 

Flu burung ini biasa dikenal dengan flu babi karena menjangkiti hewan ternak babi. Nah, Flu babi atau swine flu merupakan istilah yang digunakan untuk salah satu jenis influenza yang penyebabnya adalah virus H1N1. Nama babi atau swine ini muncul karena gen virus ini penyebabnya hampir sama dengan virus influenza yang menyebabkan penyakit flu pada babi.

Hewan ternak yang sangat rentan terhadap virus influenza salah satunya adalah babi, virus ini juga termasuk yang menyerang manusia dan unggas, dan juga berpotensi terinfeksi berbagai varian virus di waktu yang bersamaan. Gen dari berbagai varian virus tersebut kemungkinan dapat tercampur dan menciptakan virus baru. Jika varian virus tersebut mengakibatkan penyakit pada manusia, kemudian dengan mudah menyebar dari orang ke orang, influenza dapat menjadi sebuah pandemik. Keadaan inilah yang terjadi pada saat tahun 2009, yaitu penularan virus influenza A (H1N1) atau dikenal dengan flu babi yang terjadi secara global atau menyeluruh.

Penularan flu burung atau H1N1

Perlu dihati-hati, flu ini dapat menular dan dapat menyebar dengan sangat cepat. Penularan flu burung atau H1N1 juga serupa dengan virus influenza lain, misalnya dari penderita yang bersin atau batuk. Apabila ingus atau air liur dari penderita memercik dan menempel langsung pada permukaan mata, hidung, serta mulut seseorang, maka orang tersebut kemungkinan akan terinfeksi oleh virus.

Tidak hanya itu, terkadang seseorang bisa juga terinfeksi virus ini dengan menyentuh benda dengan virus flu, kemudian menyentuh mulut atau hidung. Seperti halnya dengan virus influenza lainnya, virus flu babi ini akan menyerang sel-sel dalam dinding hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Kabar baiknya, cara penyebaran flu babi ini tidak dapat ditularkan dengan mengonsumsi produk babi yang sudah dimasak.

Dilansir dari laman Alodokter, WHO menyatakan bahwa pandemi virus H1N1 telah berakhir sejak Agustus 2010. Meski demikian, langkah-langkah pencegahan penyakit ini tetap diperlukan. Salah satunya adalah melalui vaksinasi influenza tahunan.

Setelah pernyataan WHO mengenai kejadian pandemik infeksi H1N1 berakhir, virus H1N1 menyebar musiman sama dengan virus influenza biasa, dan risiko penularan meningkat pada orang-orang yang banyak  berinteraksi dengan orang lain.

Apa saja tandatandanya?

Berikut ini adalah tanda-tanda yang bisa muncul ketika Anda terkena virus H1N1.

  1. Demam terjadi secara mendadak, biasanya berkisar di atas 38 derajat Celsius.
  2. Radang tenggorokan.
  3. Batuk, biasanya kering.
  4. Diare.
  5. Kelelahan.
  6. Mata berair dan merah.
  7. Hidung beringus atau tersumbat.
  8. Sakit kepala.
  9. Mual dan muntah.
  10. Nyeri pada tubuh.

Dilansir dari laman Halodoc, menurut ahli, orang yang mengidap influenza pandemik memiliki penyakit ringan yang bisa pulih tanpa perawatan. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, keadaan ini bisa memburuk dan memiliki banyak komplikasi, seperti sesak napas, perubahan status mental, pneumonia hingga kematian.

Akan tetapi, ada pula kondisi-kondisi yang bisa meningkatkan risiko flu burung atau H1N1 menjadi penyakit yang lebih berat dan menimbulkan banyak komplikasi. Nah, berikut ini hal-hal yang bisa memicu faktor resiko terkena penyakit ini.

  1. Ibu hamil.
  2. Seseorang yang dengan riwayat penyakit kronis seperti, asma, pneumonia, penyakit jantung, ataupun diabetes.
  3. Anak-anak yang masih berusia di bawah lima tahun atau lansia yang berusia di atas 65 tahun.
  4. Seseorang dengan profesi sebagai pekerja medis, seperti perawat atau dokter.
  5. Seseorang yang memiliki sistem imun yang lemah, misalnya mengidap HIV atau AIDS.

 

Sumber : Mediacom.sehatnegriku.com